Thursday, October 22, 2009

SAYYIDINA ABU BAKAR AS-SIDIQ R.A

Beliau lahir dua tahun beberapa bulan setelah kelahiran rasulullah saw di kota mekkah. Atau pada tahun 51 sebelum hijriah (751 m). Nama lengkapanya abdullah bin utsman bin ‘amir bin ka’ab at-taimy al-qursy. Dulunya bernama abdul ka’bah, kemudian rasulullah mengantinya dengan nama abdullah. Gelarnya as-sidiq; orang percaya. Ketika terjadi peristiwa isro’ dan mi’roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya dengan peristiwa itu. Maka beliau digelari as-siddiq. Nama panggilanya abu bakar. Ibunya bernama ummul khoir salma binti shahr bin ‘amir .

Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‘atiq. Konon ceritanya rasulullah pernah berkata; “kamu adalah hamba allah yang dijauhkan (‘atiq) dari api neraka”. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‘atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya.

Mengenai pribadinya, ibn asakir meriwayatkan dari abdullah bin az-zubair, “ketika para sahabat sedang kumpul dalam suatu majlis, seseorang bertanya kepada abu bakar. “apakah kamu pernah minum khomer pada masa jahiliyah?” kata orang itu. Beliau menjawab, “aku berlingung kepada allah. “kenapa” orang itu bertanya. “saya dapat menjaga kehormatan diriku dan muruah. Sebab orang yang minum khomer hilang kehormatannya dan muruahnya” jawab abu bakar. Orang pun melaporkan kepada rasulullah. Rasulullah berkata, “abu bakar benar. Abu bakar benar.” dari aisyah ‘aisyah r.a. Berkata, “demi allah, abu bakar r.a. Belum pernah membaca syair pada masa jahiliyah dan islam. Beliau dan utsman bin ‘affan tidak pernah meminum khomer/arak.”

pada waktu rasulullah wafat, kaum muslimin mulai guncang dan kebinggungan akan keberlangsungan islam. Melihat kondisi yang sangat membahayakan ini, beliau dengan lantang berkata; “ siapa diantara kalian yang menyembah muhammad (rasulullah), maka muhammad sudah wafat. Tapi barangsiapa menyembah allah swt maka allah swt itu hidup dan tidak akan mati.” mendengar ucapan itu, maka tenanglah hati umat islam. Hingga akhirnya allah swt menguatkan keimanan mereka.

Selepas rasululllah wafat, beliau diangkat menjadi kholifah oleh kaum muslimin pada tahun 11 h. Inilah sejarah pergantian kempimpinan umat islam untuk pertama kali yang didasarkan pada syuro’ (musyawarah). Pada waktu dipilih menjadi kholifah beliau berkata; “aku diangkat menjadi pemimpin kalian tapi bukan berarti aku yang paling baik dari kalian. Sekiranya aku melakukan kebaikan maka kalian harus menolongnya dan sekiranya aku berbuat salah maka kalian wajib meluruskan dan mengingatkan. Kejujuran adalah amanah dan berdusta adalah khianat dan pengingkaran terhadap yang benar. Orang-orang yang lemah diantara kalian, bagiku adalah orang kuat hingga aku memberikan haknya. Dan orang-orang yang kuat diantara kalian, bagiku adalah lemah hingga aku ambil hak-hak itu darinya.”

istri-istri beliau; ummu rumman binti ‘amir, qutailah binti abdul izza, asma’ binti ‘umais dan habibah binti khorijah. Lahir dari perkimpoinya tiga anak laki-laki dan tiga perempuan. Tiga anak laki-laki itu; abdullah, abdurrahman dan muhammad. 3 anak perempuannya; asma’, aisyah (istri rasulullah) dan ummu kultsum.

Beliau menjabat sebagai kholifah selama dua tahun dan tiga bulan. Wafat pada tahun 12 h berumur 63 tahun, seperti umur rasulullah ketika wafat. Dikuburkan di dekat kuburan rasulullah di kamar aisyah ra. Sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada umar bin khottob untuk menjadi kholifah.

Beliau sangat pandai dalam ilmu nasab (silsisah keturunan) suku dan juga penceritaannya. Beliau termasuk dari ketua-ketua quraisy di masa jahiliyah yang disegani dan senangi karena sikapnya yang bijak. Selama hidupnya belum pernah minum khomer dan menyembah patung. Ketika di yaman, seorang syeik dari al-azd pernah memberitahu tentang hadirnya kenabian muhammad saw. Beliau orang pertama yang meyakini dan mempercayai kenabian muhammad. Seperti halnya berita yang disampaikan waroqoh bin naufal kepada beliau mengenai kenabian muhammad saw.

Pada waktu hijrah, beliau menjadi teman rasulullah dalam perjalanan hijrah itu, begitu juga ketika rasulullah berada di gua hira. Hal ini bisa dibaca dalam firman allah; “…sedang ia salah seorang dari dua sahabat pada waktu di gua hiro..(qs.at-taubah:40). Ketika melakukan ibadah haji beliau orang pertama menjadi amir (ketua) rombongan kaum muslimin dalam haji tersebut dan orang pertama yang menjadi imam sholat setelah wafatnya rasulullah.

Diantara orang-orang yang memeluk islam atas jasanya adalah; az-zubair bin al-awwa, utsman bin affan, abdurrahman bin ‘auf, saad bin abu waqos, tholhah bin ubaidillah, abu ‘ubaidah bin jarrah. Mereka termasuk 10 orang-orang yang diberitakan masuk surga. Termasuk beliau juga.

Beliau telah memerdekakan 7 orang; bilal, ‘amir bin fahiroh, zanirah, nahdiyah dan anak perempuannya, jariyah bani muammal dan ummu ‘abis. Mengumpulkan mushaf yang tersebar di pelbagai pelosok. Beliau juga orang yang sangat tegas memerangi orang-orang murtad (keluar dari islam) dan engan membayar zakat. Pada masa beliau memangku kholifah, syiar islam tersebar melalui penaklukan ke pelbagai negara. Inilah sejarah awal penaklukan dalam islam. Ada 142 hadits yang diriwayatkankan. Diantara riwayat hadits dari beliau; suatu ketika abu bakar bertanya kepada rasulullah. “wahai rasulullah, ajarkan kepadaku do’a dalam sholat.” rasulullah menjawab: “berdoalah dengan ini; “allahumma inni dholamtu nafsi dhulman katsiro…(wahai allah, aku banyak berbuat kedhaliman, tidak ada orang yang boleh berikan ampunan dosa-dosa dholimku kecuali engkau. Maka berilah ampunana atas semua dosa-dosaku dan berilah kasih sayang dan rahmat. Sesungguhnya engkau adalah dzat yang maha pemberi ampunan dan kasih sayang” (hr.bukhori)

apa kata rasulullah mengenai pribadinya: “tidak seorangpun diantara manusia yang lebih banyak dari abu bakar dalam menjaga diriku denganm jiwa dan hartanya. Sekiranya dibolehkan aku menjadikan teman baik diantara manusia niscaya saya jadikan abu bakar sebagai teman baik. Akan tetapi pertemanan dan persaudaraan atas nama islam itu lebih utama. Silahkan kalian tutup setiap pintu untukku di masjid kecuali pintu abu bakar (hr.bukhori).

Dalam hadits lain disebutkan,suatu ketika rasulullah bertanya kepada para sahabat; “ siapa diantara kalian yang hari ini berpuasa.” abu bakar menjawab; “saya, wahai baginda rasul. “siapa diantara kalian yang telah memberi makan orang miskin?” abu bakar menjawab; “saya, wahai rasul.” “siapa diantara kalian telah mendoakan dan menjenguk orang sakit?” abu bakar menjawab; “saya, wahai baginda rasul.” setelah itu rasulullah bersabda; “sekiranya sifat dan perbuatan tersebut dilakukan oleh seseorang maka kelak dia akan masuk surga.”

wasiat abu bakar kepada umar sebelum ajal menjemputnya sebagaimana diceritakan abdurrahman bin abdullah bin sabith “pada waktu ajal hendak menjemputnya, beliau memangil umar. Beliau berkata, “wahai umar, ingatlah bahwa ada amalan untuk allah yang dilakukan siang hari yang allah tidak akan menerima amalan itu di waktu malam. Dan ada amalan untuk allah yang di malam hari yang tidak akan diterima di waktu siang. Allah tidak menerima amalan sunnah sehingga yang wajib dilaksanakan. Timbangan amal baik di akherat menjadi berat karena mengikuti jalan kebenaran di dunia hingga allah beratkan timbangan atas mereka. Dan timbangan (baik) manusia berkurang di akherat karena manusia mengikuti jalan sesat/batil selama di dunia

ketika beliau wafat, ali bin tholib berkata; “semoga allah memberikan rahmat kepada abu bakar, kamu adalah saudara rasulullah, kawan dekat, penghibur duka lara, dan kawan dalam bermusyawarah. Kamu adalah orang pertama yang berislam, yang paling ikhlas beriman kepada allah dan rasulul-nya, yang paling baik dalam persahabatan dan paling mulia diantara kaum lainnya. Kamu juga yang paling serupa dengan rasulullah ketika diam dan gerak. Allah telah angkat derajat namamu, wahai abu bakar dalam tingkatan yang paling tinggi. Allah berfirman; “ dan orang yang percaya dengan kenabian muhammad.

Dalam riwayat asakir dari al-ashma’y disebutkan bahwa abu bakar jika dipuji beliau berdo’a “ya allah engkau lebih tahu tentang diriku dan saya lebih tahu dari mereka. Ya allah berikan kebaikan padaku dari apa yang mereka sangkakan. Ampunilah aku dari apa yang mereka tidak tahu dan jangan azab aku dari apa yang mereka katakan.”
Abdurrahman bin Abu Bakar r.a. menceritakan bahwa ayahnya datang bersama tiga orang tamu hendak pergi makan malam dengan Nabi Saw. Kemudian mereka datang setelah lewat malam. Istri Abu Bakar bertanya, "Apa yang bisa kau suguhkan untuk tamumu?" Abu Bakar balik bertanya, "Apa yang kau miliki untuk menjamu makan malam mereka?" Sang istri menjawab, 'Aku telah bersiap-siap menunggu engkau datang." Abu Bakar berkata, "Demi Allah, aku tidak akan bisa menjamu mereka selamanya." Abu Bakar mempersilakan para tamunya makan. Salah seorang tamunya berujar, "Demi Allah, setiap kami mengambil sesuap makanan, makanan itu menjadi bertambah banyak. Kami merasa kenyang, tetapi makanan itu malah menjadi lebih banyak dari sebelumnya."

Abu Bakar melihat makanan itu tetap seperti semula, bahkan jadi lebih banyak, lalu dia bertanya kepada istrinya, "Hai ukhti Bani Firas, apa yang terjadi?" Sang istri menjawab, "Mataku tidak salah melihat, makanan ini menjadi tiga kali lebih banyak dari sebelumnya." Abu Bakar menyantap makanan itu, lalu berkata, "Ini pasti ulah setan." Akhirnya Abu Bakar membawa makanan itu kepada Rasulullah Saw dan meletakkannya di hadapan beliau. Pada waktu itu, sedang ada pertemuan antara katun muslimin dan satu kaum. Mereka dibagi menjadi 12 kelompok, hanya Allah Yang Maha Tahu berapa jumlah keseluruhan hadirin. Beliau menyuruh mereka menikmati makanan itu, dan mereka semua menikmati makanan yang dibawa Abu Bakar.
Aisyah r.a. bercerita, 'Ayahku (Abu Bakar Shiddiq) memberiku 20 wasaq kurma (1 wasaq = 60 gantang) dari hasil kebunnya di hutan. Menjelang wafat, beliau berwasiat, `Demi Allah, wahai putriku, tidak ada seorang pun yang lebih aku cintai ketika aku kaya selain engkau, dan lebih aku muliakan ketika miskin selain engkau. Aku hanya bisa mewariskan 20 wasaq kurma, dan jika lebih, itu menjadi milikmu. Namun, pada hari ini, itu adalah harta warisan untuk dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuanmu, maka bagilah sesuai aturan Al-Qur'an.' Lalu aku berkata, `Ayah, demi Allah, beberapapun jumlah harta itu, aku akan memberikannya untuk Asma', dan untuk siapa lagi ya?' Abu Bakar menjawab, `Untuk anak perempuan yang akan lahir."' (Hadis sahih dari `Urwah bin Zubair)

Menurut Al Taj al-Subki, kisah di atas menjelaskan bahwa Abu Bakar r.a. memiliki dua karamah. Pertama, mengetahui hari kematiannya ketika sakit, seperti diungkapkan dalam perkataannya, "Pada hari ini, itu adalah harta warisan." Kedua, mengetahui bahwa anaknya yang akan lahir adalah perempuan. Abu Bakar mengungkapkan rahasia tersebut untuk meminta kebaikan hari `Aisyah r.a. agar memberikan apa yang telah diwariskan kepadanya kepada saudara-saudaranya, memberitahukan kepadanya tentang ketentuan-ketentuan ukuran yang tepat, memberitahukan bahwa harta tersebut adalah harta warisan dan bahwa ia memiliki dua saudara perempuan dan dua saudara laki-laki. Indikasi yang menunjukkan bahwa Abu Bakar meminta kebaikan hati 'Aisyah adalah ucapannya yang menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang ia cintai ketika ia kaya selain `Aisyah (putrinya). Adapun ucapannya yang menyatakan bahwa warisan itu untuk dua saudara laki-laki dan dua saudara perempuanmu menunjukkan bahwa mereka bukan orang asing atau kerabat jauh.

Kctika menafsirkan surah Al-Kahfi, Fakhrurrazi sedikit mcngungkapkan karamah para sahabat, di antaranya karamah Abu Bakar r.a. Ketika jenazah Abu Abu Bakar dibawa menuju pintu makam Nabi Saw., jenazahnya mengucapkan "Assalamu alaika ya Rasulullah, Ini aku Abu Bakar telah sampai di pintumu." Mendadak pintu makam Nabi terbuka dan terdengar suara tanpa rupa dari makam, "Masuklah wahai kekasihku."

No comments: